sneezers's rulez!

Honey, if you can dish out, you have to learn how to take it back!

Saturday, December 30, 2006

,, kecewa ,,

+ Udah berapa kali kamu kecewa dalam hidup kamu?
- Kalo dirunut mungkin saya uda kecewa lebih dari 10 kali ,, 100 kali,, bahkan 1000 kali ,, lebih lah pokoknya.

+ Kalo kecewa karena terlalu berharap banyak sama sesorang gimana?
- Yah, itu yang lagi saya rasain ...

+ Kenapa?
- Karena saya terlalu memberikan ekspektasi berlebihan sama orang tersebut.

+ Apa hikmah dari kecewa yang kamu rasakan saat ini?
- Terkadang apa yang kita dapatkan beda banget sama apa yang kita dambakan sebelumnya. Itu yang saya rasain sekarang.

+ Kiat" supaya ngga larut dalam kekecewaan itu gimana?
- Setel lagu Crazy-nya Aerosmith kenceng", baca National Geographic, coba ngelakuin hal" yang belom pernah dilakukan selama ini, misalnya maskeran pake Mustika Ratu Sari Bengkoang (..haha..)

+ Rencana ke depan?
- Fokus buat KP. Man eman waktu saya habis sia" gara" kecewa mulu. Semangat dab!

Monday, December 11, 2006

,, about LDO ,,

" LDO itu ngga penting ",

tukas saya malam itu ...

di depan orang" yang uda saya anggap keluarga sendiri ...

kali ini ...

setelah ikutan LDO 2 hari ...

still in my mind ...

" LDO itu ngga penting "

claps your hand if you agree with me ..

Saturday, December 02, 2006

,, uhhuuuiiii ,,

sombong dolo ....

ngenet via laptop Kuya ....

cuepeteee ....

poLLL ....

Friday, December 01, 2006

Hantu Jeruk Purut

Sok-sok an pengen bikin review pelm nih ,,,

Hantu Jeruk Purut (HJP)

Sineas Indonesia kembali menawarkan film dengan tema cerita standar : horor. Agak sedikit basi -untuk film Indonesia terutama- ketika film genre horor diluncurkan dan harus beradu dengan genre film yang lain. Kalah kelas, itu yang terjadi. Harus diakui, membuat sebuah film horor memiliki tingkat kesulitan tinggi. Kalau kata Jose Purnomo (yang bikin Jelangkung II), film horor itu harus ada 3 hal : mind set story yang kuat, psycology brain storming, dan aftershock movie. Harus punya jalan cerita yang kuat, 'pencucian otak dan psikologis' penonton dan kejutan sesudah film selesai.

Apakah film HJP punya itu semua ?

Well, uda lumayan, tapi harus banyak berbenah diri lagi. Jalan ceritanya sebenernya uda oke (awal-awalnya), tapi masuk ke tengah cerita kok kayak ejakulasi dini, klimaksnya terlalu cepet. Efek-efek kejutan film cuma bersandar pada efek suara nge-rock yang gila"an, didukung adegan 'hantu'nya yang suka wara wiri seenaknya. Trus, untuk ukuran Indonesia, ni hantu terlalu modern. Bayangkan, dia bisa ngerti gimana caranya ngetik di laptop! Wow, modern skali bukan?? Tapi sisi positifnya -yang selalu saya suka dari film horor- adalah minimnya dialog. Itu pas sekali untuk membuat fondasi horor.

So, apakah film HJP layak dikonsumsi publik?

Layak, buat yang pengen sekedar adu treak di dalem studio bioskop. Buat sekedar pelepas stress mah oke lah.

=)