Skip to main content

Hingis kalah...

Pagi ini sesenggukkan ( hiperbolis.. ) ketika kubaca kekalahan Martina Hingis dari Elena Dementieva. Kalahnya lumayan telak pula: 6-2, 6-0. Huwhuw... Jagoan saya kalah deh... :( Tapi it's OK! Pake wild card ( kalo di Indonesia diterjemahin jadi " kartu liar ".. apaan coba? ) aja bisa tembus final Toray Pan Pasific gitu, apalagi kalo punya peringkat WTA?? Go Hingis!

Pagi ini kuliah naek mobil, karena motor maw dipake mbak Tie. Sempet mampir ke Dagadu buat ambil formulir pendaptaran Garda Depan Dagadu. Wah, masnya yang jaga ramah sekali. Kata dia, pendaptarannya ini kudu cepet2an. Tumpuk administrasi pendaptaran langsung interview. Wow, belom siap lahir bathin neh!

Wish me luck ya.... ;)

Dari Dagadu langsung tancap gas ke kampus. Rencananya maw daptar asistensi Fisika Dasar ( Tugas Lab II / MFS 3885 ). Sampe sana langsung gondok, karena ditolak mentah2 ma yang jaga. Bangsat! Katanya buat semester seumuran saya ( ...tsah.. ) belom bisa daptar jadi asisten. Kurang pertapaan kali yee? Udah gitu katanya, ".. tugas lab II itu harus ngambil tugas lab I dolo .. ". Yah, semacem persyaratan tak tertulis. Kutu busuk! Di buku panduan aja ga ada tulisan prasyarat gitu logh. Karena tipikal2 karyawan MIPA yang tidak-mahasiswa-oriented ( ..paan seh?.. ), maka saya mengambil kebijakan untuk memutuskan tali silaturahmi, eh bukan, memutuskan untuk sayonara sama mereka bertiga ( .. gila, adu mulut 1 lawan 3, coy! )

Eh, hari ini kuliah perdana bo! Kuliah perdana langsung di Teknik Geodesi! Sure it's gonna be fun! :D

Chayo!!

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Why I hate stereotypes ?

I hate stereotypes. Why? Because it will drag you to become narrow minded in the way of your senses to respect a community. Some people called me terrorist, because I am moslem. Some people called me second level residence, because I am Asian. Some people called me nerd, because I don't drink and don't do shit.Stereotyping and generalization are the basic human being’s reaction. It’s subconscious and is triggered and formed based on our background, education, culture, social upbringing, etc. We can’t help it. And the judgment is personal, individual. Stereotyping is practiced by everyone about other communities or segments of the same community.

Although I hate it, stereotypes are inherent to human nature, and for good reason. We are all stereotypical of fire. We don’t touch it because we know it will burn us. We are told never to touch snakes because they are poisonous. So aren’t we being stereotypical when we don’t go near these things? Aren’t we being stereotypical when we …

Tipe Tipe Dosen Penguji Skripsi

Menurut saya menonton sidang skripsi itu seru dan penting. Seru, karena kita jadi bisa melihat muka nelangsa teman teman kita yang sedang asik dibantai para dosen penguji. Tentu sebagai seseorang yang pernah pendadaran, saya mengerti rasanya tekanan saat sidang dimana sejuta umat manusia beberapa dosen menguji hipotesis dan hasil penelitian saya. Ibarat dosen penguji adalah pemain liga voli, maka mahasiswa yang sidang adalah bola volinya: sering dioper sana sini dalam kebimbangan dan kegalauan. Penting buat ditonton karena sidang skripsi mengajarkan kepada kita bagaimana cara ngeles ala orang berpendidikan. Itu juga adalah momen dimana kita berhak memperjuangkan title geophysicist tanpa perlu bayar SPP dan BOP saben semesternya lagi. Selain itu penting juga buat belajar dari kesalahan orang lain saat sidang supaya kesalahan sama ngga terulang.

Namun, namanya lulus sidang skripsi itu susah susah gampang. Salah satu faktor penentunya adalah dosen penguji. Berikut adalah tipe tipe dosen p…

Review Beberapa Sidang Skripsi (Part 1)

Kalau di postingan sebelumnya sempat ngebahas tentang karakter dosen penguji skripsi, kali ini saya mau fokus me-review sidang skripsi yang saya tonton dalam 3 bulan terakhir. 
Memang sejak kembali ke Indonesia, ada sekitar delapan sidang skripsi S1, dimana lima diantaranya saya tonton. Alhamdulillah delapan mahasiswa ini lulus semua ~ ngga ada yang ngulang. Tiga sidang skripsi yang ngga saya tonton adalah sidangnya Kris'GF07, Gondes'GF06 dan Pai'GF06 - dan sumpah nyesel banget. Terutama skripsi Gondes yang konon dia merangkai dan membuat seismogram sendiri, dipasang di gunung Merapi sendiri, datanya diakusisi sendiri, hasilnya diolah sendiri, diinterpretasi sendiri. Bahkan instrumen seismogram yang dia pasang di gunung Merapi katanya uda hilang ditelan material vulkanik letusan besar tahun 2010 kemarin. Ebuset. Itu butuh pengorbanan waktu dan stamina banget lah. He embraced the philosophy of being a geophysicist. Sangat asolole.
Review yang akan saya berikan tentu saja sang…