Skip to main content

Posts

Reuni Akbar SMA 1 Yogyakarta

Mungkin idealnya reuni itu emang diselenggarain ngga terlalu sering en ngga terlalu jarang ya. Kalo terlalu sering reuni mungkin bakal berat di ongkos. Lagian kalau terlalu sering mah mending kongkow massal aja, ngga usah reuni segala. Misal ke hepap atau karambol bareng gitu haha. Lain ceritanya kalau terlalu jarang - yang ada malah ngga eksis en lupa temen. Dududu naudzubillah. Mungkin itu juga kenapa reuni akbar almamater SMA saya ini diadakan saben 5 tahun sekali? Reuni sekalian lustrum, judulnya. Yup, SMA berlokasi di deket mantan pasar hewan Kuncen ini genap berusia 55 tahun (lustrum XI) pada bulan Desember ini. En reuni akbarnya diadakan tepat hari ini, 29 Desember 2012. Ini bukan reuni akbar pertama dari SMA 1 yang saya ikuti. Lima tahun lalu saya juga menghadiri reuni-lustrum ke-X. Ada yang berbeda tentang reuni-lustrum kali ini. Jumlah jebolan alumninya jelas nambah dong ya. Selain itu, 5 tahun lalu saya masi menyandang status mahasiswa gejek semester 7. Sekarang, uda ...

Testimoni Petrologi 2012

" .... dengan berakhirnya tes responsi tertulis ini, maka berakhir sudah praktikum petrologi 2012 ... " Tadinya pengen dibikin sok dramatis macem Yasmin en Reno pas pisahan di bandara, diikuti derai air mata dan langkah kaki meninggalkan gedung Milan. Apa daya, kalimat penutup sekaligus perpisahan itu malah disambut tepuk tangan ricuh macem lagi pada nonton konser SMTown oleh puluhan praktikan GF'11. Apalagi geng you-know-who itu, duh nanar banget mata mereka. Bahagia kelas eksekutif Argo Lawu. Yup - minggu kemarin adalah minggu terakhir acara praktikum petrologi, sebuah rutinitas saben Rabu sore en Jumat pagi yang menghiasi waktu saya selama 3.5 bulan terakhir ini. Kerasa cepat memang, perasaan baru aja kemarin nyeleksi & ngeinterview Agung-Lolo-Picul di G3, ih tau tau kelar aja. Mana kita ber-7 belum photo studio bareng pulak haha. Seandainya ada Petro award, mungkin berikut adalah para pemenangnya (versi saya): Materi tersusah? Acara 2, karena i...

Kisah seorang Oktariano

Tulisan ini saya dedikasikan untuk Oktariano. Saya termasuk blogger yang jarang banget nulis materi blog tentang teman sendiri. Kesannya kok sok seleb banget dia sampai harus numpang eksis di blog saya. Tapi kali ini agak sedikit beda karena person yang saya akan bahas berikut adalah salah seorang teman bergosip di angkatan GF'04. Seseorang yang sangat smart dan sabar dalam hidup. Seseorang yang dari kisah hidupnya bisa kita jadikan tauladan, bahwa life is about having decision in right time and manner. Sangat salut dengan perjuangan pria yang dulu dipanggil Okta tapi sekarang lebih terkenal dipanggil Cukong ini. Kenapa? Kesabarannya itu lho. Kasi empat jempolll deh. Sejak lulus dari tahun 2009, dia ini harus menunggu gawean selama 3 tahun. Emang sih dalam perjalanan 3 tahunnya itu dia ngga  nglokro  dan magabut   (ya mungkin magabut dikit, tapi ngga ketauan lah). Dia lantas menasbihkan dirinya dalam skuad Pamungkas Asolole Corp (PAC), tim geophysicist...

Review Beberapa Sidang Skripsi (Part 1)

Kalau di postingan sebelumnya sempat ngebahas tentang karakter dosen penguji skripsi, kali ini saya mau fokus me- review  sidang skripsi yang saya tonton dalam 3 bulan terakhir.  Memang sejak kembali ke Indonesia, ada sekitar delapan sidang skripsi S1, dimana lima diantaranya saya tonton. Alhamdulillah delapan mahasiswa ini lulus semua ~ ngga ada yang ngulang. Tiga sidang skripsi yang ngga saya tonton adalah sidangnya Kris'GF07, Gondes'GF06 dan Pai'GF06 - dan sumpah nyesel banget. Terutama skripsi Gondes yang konon dia merangkai dan membuat seismogram sendiri, dipasang di gunung Merapi sendiri, datanya diakusisi sendiri, hasilnya diolah sendiri, diinterpretasi sendiri. Bahkan instrumen seismogram yang dia pasang di gunung Merapi katanya uda hilang ditelan material vulkanik letusan besar tahun 2010 kemarin. Ebuset. Itu butuh pengorbanan waktu dan stamina banget lah.  He embraced the philosophy of being a geophysicist. Sangat asolole. Review yang akan sa...

Delusi

Entah kenapa dalam beberapa minggu terakhir ini saya lagi merasa sentimentil. Ada banyak perasaan dan memori lama yang tergugah kembali mengingatkan saya kepada pengalaman hidup di masa lalu. Sebagian besar dari emosi sentimentil ini datang dari proses adaptasi saya dengan   budaya   dan segala perubahan yang terjadi di diri ini. Terutama pasca kembali ke Indonesia. Salah satu proses adaptasi terbesar dalam tiga bulan terakhir adalah status dari sebuah employee perusahaan migas raksasa dunia menjadi un-employed. Bisa dibilang ini keputusan terbesar yang pernah saya buat hingga saat ini. Saat keputusan itu diambil, saya harus berusaha ekstra keras untuk meyakinkan ayah dan ibu bahwa saya akan baik baik saja. "Baik baik saja" : sesuatu yang gampang diucapkan tapi susah dijalani pada kenyataannya. Orang tua mana yang tidak menginginkan sekuritas hidup untuk anaknya. Ibarat kubu merah dan kubu biru di ring tinju, option pengen-kerja-di-oil-company-lainnya versus option ...